Dijamin Berhasil ! 12 Tips Belajar Ngaji untuk Anak-anak

Belajar baca Alquran harus dilakukan dari sejak dini. Dengan demikian akan menciptakan anak-anak sebagai generasi pecinta Alquran. Kebiasaan baik tersebut akan terus terbawa hingga dewasa nanti. Terlebih, Alquran merupakan pedoman hidup yang harus terus dibaca dan diamalkan. Sebagai orang tua, pentingnya untuk menumbuhkan rasa cinta pada Alquran dari sejak dini.

Dibalik keceriaan anak, ada kalanya anak lebih cepat bosan ketika mempelajari sesuatu. Salah satunya adalah belajar ngaji. Bagi anak-anak, hal tersebut dianggap sebuah kesulitan. Oleh sebab itu, sebagai orang tua harus bisa menghilangkan semua asumsi tersebut agar anak mau belajar mengaji. Berikut ini beberapa tipsnya agar tidak mudah bosan.

Sebagai orang tua, sudah menjadi kewajiban untuk mengajarkan anaknya segala hal, termasuk belajar baca Alquran.  Namun, terkadang anak-anak sering merasa malas untuk mempelajarinya karena dianggap membosankan. Oleh sebab itu, sebagai orang tua harus mencari cara agar anak mau belajar membaca Alquran tersebut. Berikut tips yang bisa dicoba:

Membuat Huruf Hijaiyah Dari Kertas Warna

Dunia anak-anak identik dengan dunia yang penuh warna. Termasuk, ketika belajar sebaiknya menggunakan kertas berwarna agar anak lebih bersemangat. Dengan demikian tips yang pertama untuk belajar baca Alquran,  sebaiknya menggunakan huruf hijaiyah yang dicetak pada kertas warna. Anak-anak pun akan semangat dalam mempelajarinya. 

Melakukan Permainan Kartu dari Huruf Hijaiyah

Sebetulnya metode ini ada hubungannya dengan poin pertama. Jika orang tua kreatif, cetak dalam bwntuk kartu huruf hijaiyah tersebut. Cetak dalam dua rangkap, untuk dipegang oleh orang tua. Pweintahkan anak untuk mengocok kartu tersebut, dan pilihlah salah satu kartu. Kemudian cocokan kartu tadi dengan huruf hijaiyah yang telah dicetak pada lembaran lainnya.

Gunakanlah Aplikasi Melalui Smartphone

Dengan kecanggihan smartphone untuk saat ini, terdapat banyak aplikasi pembelajaran Alquran yang dapat digunakan untuk belajar ngaji khusus anak-anak agar tidak mudah bosan. Terlebih pada saat ini pun, terdapat banyak aplikasi yang dijual tanpa membutuhkan kuota. Misalnya, flashdisk yang berisi materi tentang belajar Alquran

Gunakanlah Metode Pembelajaran yang Interaktif

Anak-anak senang sekali bercerita. Dengan demikian, agar pembelajaran mengaji ini tidak membosankan, sebaiknya untuk melakukan metode pembelajaran yang Interaktif. Bersikaplah terbuka kepada anak-anak sehingga anak-anak pun tidak akan sungkan untuk bertanya segala sesuatu yang belum dimengerti.

Mengajak Anak Ikut Pengajian

Anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka akan meniru apapun tingkah laku orang tuanya. Termasuk ketika orang tua ikut pengajian, aka-anak pun akan turut serta untuk mengikuti pengajian tersebut. Semakin sering mengajak anak ke pengajian, semakin membuat pula anak-anak mencintai Alquran. 

Melibatkan Anak Mengaji Setiap Selesai Shalat

Ketika selesai shalat, nsegera ajak anak untuk mengaji bersama. Awal mulanya bisa menyuruh anak untuk duduk saja dan mendengarkan orang tuanya mengaji. Lambat laun, anak pun akan tergerak untuk turut serta membaca Alquran setelah selesai shalat meniru kebiasaan orang tuanya. Jangan mencemooh anak apabila bacaannya masih terdapat banyak salahnya,

Membaca Alquran di Depan Anak-anak Melalui Gadget

Mengajak anak belajar baca Alquran memang hal yang sgampang-gampang susah karena kepribadian anak masih labil. Sebagai orang tua yang bijak, sebaiknya untuk memberikan teladan yang baik, salah satunya dengan membaca Alquran di depan anak di sela-sela aktivitas harian. Dengan demikian anak pun akan tergerak untuk turut mempelajarinya

Tidak Memaksa Anak agar Cepat Bisa

Walaupun memiliki anak-anak yang memiliki daya nalar yang baik adalah kebanggaan tersendiri bagi para orang tua, namun sebaiknya orang tua tidak memaksa anak-anak untuk cepat bisa dalam mempelajari Alquran.

Sekalipun mempelajari Alquran adalah kewajiban, tetapi sebaiknya untuk tidak memaksa anak agar cepat bisa dalam membaca Alquran. Hal tersebut akan membuat mereka merasa tertekan dan terbebani sehingga mengakibatkan stres pada anak.

Hal tersebut dapat membuat mereka lebih cepat mengalami depresi, yang pada akhirnya berakibat pada sulitnya memahami bacaan Alquran  Jika anak sudah stres, maka akan berakibat kesulitan dalam mempelajari Alquran, dan pada akhirnya enggan untuk belajar membaca Alquran tersebut.

Buatlah Inovasi Pembelajaran yang Kreatif

Pembelajaran yang kreatif adalah metode pembelajaran yang tidak monoton. Hal tersebut bisa membuat anak lebih cepat bosan. Salah satunya adalah dengan membuat variasi yang berbeda pada setiap harinya. Misalnya, hari ini menggunakan kertas warna dan membentuk huruf hijaiyah, besoknya menggunakan gadget. Begitu seterusnya.

Libatkan Anak Mengaji Bersama Orang Tua

Anak adalah peniru yang hebat. Mereka akan mengikuti semua tingkah laku orang tua. Maka dari itu, melihat orang tua yang tidak pernah bosan untuk mengaji, anak pun akan mengikuti hal yang sama. Oleh sebab itu, selalu libatkan anak untuk mengaji bersama orang tua agar anak mencontoh apa yang orang tua lakukan

Gunakanlah Alquran Khusus untuk Belajar bagi Anak-anak

Saat ini tersedia Alquran khusus untuk belajar bagi Anak-anak. Jenis Alquran tersebut dilengkapi dengan warna-warna menarik serta penulisan hurufnya yang memudahkan untuk dipelajari. Dengan demikian, Alquran tersebut tidak terlihat monoton. Ini adalah tips yang dapat dicoba agar belajar mengaji tidak membosankan

Beri Hadiah Pada Anak Ketika Berhasil Membaca Kalimat Alquran

Anak-anak akan senang dan bersemangat jika diberi hadiah. Terlebih, jika hadiah tersebut bentuk dari keberhasilannya belajar ngaji. Hadiah tidak harus mahal, memuji anak pun karena berhasil membaca satu kalimat dalam bacaan Alquran akan membuatnya lebih bersemangat. Atau bisa juga dengan memberikan makanan kecil yang disukainya.

Itulah tips belajar ngaji untuk anak-anak agar tidak membosankan. Sebagai orang tua harus senantiasa menciptakan pembelajaran yang kondusif dan nyaman ketika mempelajari mengaji. Pasalnya, anak-anak seringkali mudah merasa bosan untuk mempelajarinya, dan hal tersebut bisa berdampak pada kesulitan memahami bacaan Alquran.