Sebelum mulai mengaji, sebagian orang terbiasa membaca doa untuk memohon kemudahan, ilmu, dan keberkahan dari Allah SWT. Salah satu bacaan yang cukup populer adalah “Allahummaftah 'alayya hikmataka…”. Doa ini banyak diajarkan kepada anak-anak di TPA, madrasah, maupun dalam kegiatan belajar Al-Quran.
Selain berdoa, membaca Al-Quran juga sebaiknya dilakukan dengan adab yang baik. Kebiasaan sederhana seperti membaca ta'awudz, membaca dengan tartil, dan menjaga kesopanan dapat membantu anak maupun orang dewasa belajar Al-Quran dengan lebih tenang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Lalu, bagaimana bacaan doa sebelum dan sesudah mengaji? Berikut bacaan Arab, latin, arti, serta beberapa adab yang dapat dibiasakan saat belajar Al-Quran.
Doa Sebelum Mengaji: Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Doa Sebelum Mengaji yang Umum Diajarkan
Salah satu doa yang sering diajarkan sebelum belajar atau membaca Al-Quran adalah:
Arab:
اَللّٰهُمَّ افْتَحْ عَلَيَّ حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَيَّ رَحْمَتَكَ وَذَكِّرْنِي مَا نَسِيْتُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Latin:
Allahummaftah 'alayya hikmataka wanshur 'alayya rahmataka wa dzakkirni maa nasiitu yaa dzal jalaali wal ikraam.
Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah untukku hikmah-Mu, bentangkanlah untukku rahmat-Mu, dan ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupa. Wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”
Karena bacaannya relatif singkat, doa ini cukup mudah dikenalkan kepada anak yang baru belajar Iqro atau Al-Quran. Orang tua dapat membacakannya terlebih dahulu, kemudian mengajak anak mengikuti secara perlahan.
Perlu diketahui, bacaan di atas merupakan doa yang umum digunakan dalam tradisi belajar. Karena itu, sebaiknya tidak menyebutnya sebagai doa khusus yang diajarkan Rasulullah SAW untuk mengaji tanpa rujukan hadis yang jelas.
Bacaan Lain Sebelum Mengaji
Selain doa tersebut, ada beberapa bacaan yang dapat dibaca sebelum atau ketika hendak belajar Al-Quran.
1. Membaca ta'awudz
A'udzu billaahi minasy-syaithaanir rajiim.
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 98 agar memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika hendak membaca Al-Quran.
2. Doa Nabi Musa AS memohon kemudahan
Rabbisyrah lii shadrii, wa yassir lii amrii, wahlul 'uqdatan min lisaanii, yafqahuu qaulii.
Artinya:
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku.”
Doa tersebut terdapat dalam QS. Thaha ayat 25–28 dan dapat dibaca ketika memohon kemudahan dalam belajar.
Tidak harus membaca seluruh rangkaian doa sekaligus. Anda dapat mengikuti bacaan yang diajarkan guru mengaji atau lembaga tempat belajar.
Doa Sesudah Mengaji: Arab, Latin, dan Artinya
Setelah selesai mengaji, seseorang juga dapat menutup kegiatan dengan berdoa. Salah satu bacaan yang sering digunakan adalah:
Arab:
اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اَللّٰهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيْتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
Latin:
Allahummarhamnii bil qur'aani, waj'alhu lii imaaman wa nuuran wa hudan wa rahmatan. Allahumma dzakkirnii minhu maa nusiitu wa 'allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilaawatahu aanaa-al laili wa athraafan nahaari, waj'alhu lii hujjatan yaa rabbal 'aalamiin.
Artinya:
“Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia bagiku sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku pada apa yang aku lupa darinya, ajarkanlah kepadaku apa yang belum aku ketahui darinya, berikanlah aku kesempatan membacanya pada malam dan siang hari, dan jadikanlah ia sebagai hujah bagiku, wahai Tuhan semesta alam.”
Doa tersebut berisi permohonan agar Al-Quran menjadi petunjuk dan rahmat serta agar Allah memberikan kemudahan untuk memahami dan membacanya.
Adab Mengaji yang Baik untuk Dibiasakan
Mengaji bukan hanya soal seberapa banyak halaman yang berhasil dibaca. Cara kita memperlakukan dan membaca Al-Quran juga perlu diperhatikan.
Beberapa adab yang dapat dibiasakan antara lain:
- Menjaga kebersihan dan kesucian. Berwudhu sebelum mengaji merupakan kebiasaan yang baik, terutama ketika akan memegang mushaf.
- Memilih tempat yang bersih dan tenang. Duduklah dengan sopan agar lebih mudah berkonsentrasi.
- Membaca ta'awudz sebelum membaca Al-Quran.
- Membaca dengan tartil. Tidak perlu mengejar cepat. Utamakan ketepatan makhraj, panjang-pendek bacaan, dan kaidah tajwid sesuai kemampuan.
- Berusaha memahami ayat yang dibaca. Selain memperbaiki bacaan, luangkan waktu untuk mengetahui arti dan kandungannya.
- Berdoa setelah selesai. Anda dapat menutup kegiatan mengaji dengan doa sesuai yang biasa diajarkan.
Ingin mempelajarinya lebih lengkap? Cendekia Privat telah membahasnya dalam artikel Adab Membaca Al-Quran.
Cara Mengajarkan Doa Sebelum dan Sesudah Mengaji kepada Anak
Anak yang baru belajar mengaji belum tentu langsung mampu menghafal doa dengan lancar. Hal ini wajar. Daripada menjadikan hafalan sebagai target utama, orang tua bisa memulainya dengan membangun kebiasaan.
Biasakan Membaca Bersama
Cobalah membaca doa bersama setiap kali sesi mengaji dimulai. Anak yang sering mendengar bacaan yang sama biasanya akan mulai mengikuti beberapa kata, lalu perlahan mampu menghafalnya.
Gunakan Irama yang Mudah Diingat
Sebagian anak lebih mudah mengingat bacaan melalui irama sederhana. Cara ini boleh dicoba selama membantu anak belajar dan pengucapan bacaannya tetap diperhatikan.
Tidak Perlu Mengejar Hafalan dengan Cepat
Jika hari ini anak baru mampu mengikuti satu atau dua baris, itu tidak masalah. Ulangi secara konsisten pada pertemuan berikutnya.
Berikan Apresiasi
Ketika anak berhasil mengikuti bacaan atau mengingat bagian tertentu, berikan apresiasi. Koreksi kesalahan tetap diperlukan, tetapi sampaikan dengan cara yang membuat anak nyaman untuk mencoba lagi.
Kapan Anak Mulai Dikenalkan Doa Mengaji?
Doa dapat mulai dikenalkan ketika anak mulai belajar Iqro atau mengenal huruf hijaiyah.
Pada tahap awal, anak tidak harus langsung menghafalkan seluruh bacaan. Orang tua dapat membacakannya terlebih dahulu dan meminta anak mengikuti sedikit demi sedikit.
Dengan pengulangan yang konsisten, doa sebelum mengaji akan menjadi bagian alami dari rutinitas belajar anak.
Untuk orang tua yang menghadapi anak sulit diajak belajar, baca juga panduan Cara Mendampingi Belajar Ngaji Anak Tanpa Harus Dipaksa.
Keutamaan Membaca dan Mempelajari Al-Quran
Ada banyak hadis yang menerangkan keutamaan membaca dan mempelajari Al-Quran. Berikut beberapa di antaranya.
1. Termasuk orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Quran
Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan belajar sekaligus mengajarkan Al-Quran kepada orang lain.
2. Tetap mendapatkan pahala meski membaca terbata-bata
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan dalam membacanya memperoleh dua pahala.
Pesan ini penting bagi orang yang baru mulai belajar. Belum lancar membaca bukan alasan untuk berhenti mengaji.
3. Orang yang mahir membaca Al-Quran bersama para malaikat yang mulia
Rasulullah SAW juga menerangkan keutamaan orang yang mahir membaca Al-Quran. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, orang yang mahir membaca Al-Quran disebut akan bersama para malaikat yang mulia dan taat.
4. Al-Quran menjadi sebab diangkatnya suatu kaum
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
“Sesungguhnya Allah mengangkat dengan kitab ini beberapa kaum dan merendahkan dengannya kaum yang lain.” (HR. Muslim)
Keutamaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus belajar, termasuk bagi orang dewasa yang baru mulai mengenal huruf hijaiyah atau memperbaiki bacaan Al-Qurannya.
Belajar Mengaji Lebih Terarah Bersama Guru Privat
Belajar mengaji tidak mengenal batas usia. Anak-anak dapat memulai dari pengenalan huruf hijaiyah dan Iqro, sementara orang dewasa bisa belajar dari dasar atau memperbaiki bacaan melalui tahsin.
Bagi yang membutuhkan pendampingan secara personal, Cendekia Privat menyediakan layanan guru ngaji privat untuk anak maupun dewasa. Materi belajar dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan siswa, mulai dari Iqro, membaca Al-Quran, tahsin, hingga tahfidz.
Guru dapat datang ke rumah untuk wilayah Jabodetabek. Bagi siswa di luar wilayah tersebut, pembelajaran juga tersedia secara online.
Dengan sistem privat, proses belajar dapat berlangsung lebih personal karena guru bisa menyesuaikan materi dan tempo pembelajaran dengan kemampuan masing-masing siswa.
Ingin mulai belajar atau mencari guru ngaji untuk anak? Silakan hubungi Cendekia Privat untuk berkonsultasi mengenai program yang sesuai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah wajib membaca doa sebelum mengaji?
Tidak ada kewajiban membaca doa “Allahummaftah 'alayya hikmataka…” secara khusus sebelum mengaji. Bacaan tersebut dapat digunakan sebagai doa untuk memohon kemudahan dan keberkahan ketika belajar. Ketika hendak membaca Al-Quran, terdapat tuntunan membaca ta'awudz sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nahl ayat 98.
2. Apa bedanya doa sebelum mengaji dan doa sebelum membaca Al-Quran?
Dalam penggunaan sehari-hari, istilah mengaji sering merujuk pada kegiatan belajar membaca atau mempelajari Al-Quran. Karena itu, doa yang dibaca sebelum belajar dapat berupa doa memohon ilmu dan kemudahan. Sementara ketika hendak membaca Al-Quran terdapat tuntunan membaca ta'awudz.
3. Bolehkah membaca Al-Quran tanpa wudhu?
Perlu dibedakan antara membaca Al-Quran dan menyentuh mushaf. Para ulama membahas hukum keduanya secara lebih terperinci dan terdapat rincian pendapat dalam masalah ini. Untuk praktik yang sesuai dengan mazhab atau panduan yang Anda ikuti, sebaiknya merujuk kepada ustadz atau sumber fikih tepercaya.
4. Bagaimana jika belum hafal doa sebelum mengaji?
Tidak masalah membaca doa sambil melihat teks. Untuk anak-anak dan pemula, pengulangan secara rutin biasanya lebih efektif daripada memaksakan hafalan dalam waktu singkat.
5. Kapan anak sebaiknya mulai diajarkan doa sebelum mengaji?
Doa dapat mulai dikenalkan ketika anak mulai belajar Iqro atau huruf hijaiyah. Tidak perlu langsung menuntut anak hafal. Biasakan mendengar dan mengucapkannya bersama-sama terlebih dahulu.
Mau Cari Guru Privat 1 on 1 atau Kelompok?
🔄 Terakhir diperbarui: pukul 13:27

