
Apakah Anda berencana akan memasukkan anak ke pondok pesantren? Jika begitu pesantren Husnul Khotimah Kuningan dapat menjadi pilihan terbaik. Pesantren inilah sudah banyak dijadikan sebagai pilihan bagi orang-orang dari berbagai kalangan.
Selain itu, pesantren inilah berada di kawasan cukup strategis karena dekat dengan berbagai macam tempat penting seperti Cibulan Indah, Sangkan Hurip, Curug Sidomba, Linggar Jati dan masih banyak tempat lainnya lho.
Tidak hanya itu saja, pondok pesantren ini juga menawarkan fasilitas sekaligus kegiatan yang memberikan manfaat kepada para santri.
Selain aktivitas mengaji, juga terdapat aktivitas tambahan lainnya yang mampu meningkatkan skill sekaligus kemampuan.
Sebelum memutuskan untuk mendaftarkan diri ke pondok pesantren ini maka wajib mengetahui profilnya terlebih dahulu.
Kami sudah menyiapkan penjelasan lengkapnya dibawah ini sehingga dapat dijadikan sebagai bahan referensi.
Profil dan Sejarah Pondok Pesantren
Pondok pesantren satu ini sudah berdiri sejak tanggal 2 Mei 1994 silam dan berada di Kecamatan Jalaksana Kuningan Jawa Barat.
Berdirinya dari tempat belajar inipun ternyata juga tidak bisa dilepaskan dari tokoh pendirinya yakni K.H Sahal Suhana SH.
Kiai Sahal sendiri dikenal sebagai pendiri dari ponpes terbesar yang terdapat di Jawa Barat yakni Pesantren Husnul Khotimal dan Pesantren Al-Mutazam. Bahkan sosok inilah juga berhasil mengubah hutan menjadi pesantren.
Hal tersebut tidak lepas dari perjuangan beliau dalam proses membangun pondok pesantren tersebut yang awalnya adalah hutan bambu.
Selain itu, terbentuknya pesantren inilah juga berawal dari obrolan santai dari H Sahal dengan HM Djunaedi (Almarhum) dimana merupakan tokoh masyarakat sekaligus ketua MUI desa Maniskidul.
Pada saat itu, mereka tengah membicarakan mengenai perubahan penting yang terjadi di masyarakat. Terlebih lagi berkaitan dengan perkembangan aliran Ahmadiyah yang sedang berkembang di Kawasan Desa Manis Lor.
Dimana desa tersebut bersampingan dengan Maniskidul. Obrolan itulah membahas mengenai solusi agar aliran Ahmadiyah tersebut tidak berkembang dan jangan sampai masuk ke masyarakat maniskidul.
Selain itu, ada topik lainnya yang juga dibicarakan dalam obrolan santai tersebut yakni mengenai kepedulian sosial buat ikut serta menghilangkan adanya kemiskinan sekaligus kurangnya pengetahuan dari masyarakat setempat.
Dari obrolan itulah akhirnya melahirkan sebuah gagasan dan cita-cita mulia, dimana pihak H Sahal Suhana mempunyai keinginan agar Desa Maniskidul menjadi kota santri. Caranya adalah dengan membangun sebuah
Pondok Pesantren
Setelah pembicaraan itulah, H Sahal akhirnya mengadakan musyawarah bersama keluarga ketika malam hari. Beliau lantas menyampaikan keinginannya untuk mendirikan sebuah pondok Pesantren.
Dari gagasan itulah juga memunculkan respon positif serta mendapatkan dukungan penuh dari pihak masyarakat dan keluarga. Bahkan sang mertua H Ibrahim Sukanta langsung memberikan tanahnya sebagai infak dengan luas sekitar 4.200 m2.
Tanah dengan luas itulah dapat dijadikan sebagai modal awal untuk membangun sebuah pesantren. Karena mendapatkan dukungan secara penuh itulah membuat semangat dari H Sahal Suhana untuk segera membangun impiannya tersebut.
Untuk merealisasikan cita-cita itulah, H Sahal bertemu dengan sesepuh pesantren Buntet Cirebon. Para kyai itulah memberikan saran agar segera dilaksanakan proses pembangunan masjid sebagai salah satu syarat agar pesantren dapat berdiri.
Pada 24 Juni 1993, proses pembangunan masjid pesantren dimulai dan KH Fuad Hasyim Buntet-Cirebon dipercayai untuk meletakkan batu pertama tersebut. Adapun Nama Husnul Khotimah sendiri berasal dari usulan Ir.H Udin Abimanyu selaku Kepala Dinas Tata Kota DKI Jakarta.
Serta nama tersebut ternyata juga sudah dikonsultasikan dengan Drs. Syarifudin Mahfudz wakil ketua Bapinroh DKI Jakarta. Sejak saat itulah, Pesantren tersebut bernama Husnul Khotimah dan dibawah naungan dari Yayasan Husnul Khotimah.
Tetapi pada saat itu, Yayasan belum diajukan dan mendapatkan tanda tangan dari pihak notaris. Sebab pihak H Sahal sendiri masih mencari orang-orang berkualitas sebagai pendiri dari Yayasan tersebut.
Lambat laun akhirnya keberadaan dari Pondok Pesantren inilah diakui secara resmi oleh pemerintah sekaligus masyarakat. Tanggal 2 Mei akhirnya ditetapkan sebagai tanggal berdirinya dari Pesantren sekaligus Yayasan Husnul Khotimah.
Kurikulum
Kurikulum yang digunakan di pondok pesantren Husnul Khotimah menggunakan standar nasional yang dipadukan dengan kurikulum khusus pondok pesantren dari Husnul Khotimah. Misalnya saja adalah Tahfidz Al Quran, Studi Bahasa Arab Intensif serta Manhaj Tarbiyah.
Program Pendidikan
- MTs Husnul Khotimah
- MA Husnul Khotimah
- Pendidikan non formal
Terdapat beberapa program yang harus diikuti oleh para santri diantaranya adalah:
Hafal Alquran
- Hafal Hadits di beberapa kitab seperti bulughul maram dan riyadhus sholihin.
- Mampu dan mahir berkomunikasi dengan menggunakan bahasa arab dan inggris
- Mampu beribadah secara benar sesuai dengan tuntutan Allah dan Rasul
- Beraqidah Salimah sesuai dengan manhaj Ahlu Sunnah Wal Jama’ah
- Mempunyai bacaan alquran yang baik dan benar
- Mempunyai semangat keislaman
Fasilitas Pesantren
Terdapat sejumlah fasilitas yang ditawarkan oleh pondok pesantren satu ini diantaranya adalah:
- Mempunyai sekolah umum untuk MTS dan MA
- Masjid
- Lab Komputer
- Lapangan basket
- Lapangan futsal
- Selain fasilitas diatas masih terdapat fasilitas lainnya yang ditawarkan oleh pondok pesantren satu ini.
Keunggulan Pesantren
Keberadaan dari pondok pesantren Husnul Khotimah juga mempunyai sejumlah keunggulan yang dimiliki diantaranya adalah:
- Menawarkan Pendidikan Formal dan Formal
Keunggulan pertama yang ditawarkan oleh pesantren ini adalah menawarkan Pendidikan formal dan non formal. Untuk Pendidikan formalnya terdiri dari Mts Husnul Khotimah dan MA Husnul Khotimah. Tahfidzil Quran, Madrasah Diniyah, serta Takhassus Pendalaman Kitab Kuning ditujukan untuk Pendidikan non formal.
- Punya Ekstrakurikuler Lengkap
Selain itu, juga mempunyai kegiatan tambahan atau ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh para santri diantaranya adalah Tahsin dan Tahfidz Quran, Tahassus Kitab Salafy, Seni Baca Alquran, Hadroh, Praktek Ubidiyah, Pramuka, Beladiri, Komputer, English Club, Volly, Fultsal, Tenis Meja, PMR dan masih banyak lagi.
- Berada di Kawasan Yang Strategis
Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa pondok pesantren satu ini berada di Kawasan yang cukup strategis lho. Bahkan juga dekat dengan beberapa tempat wisata penting sehingga dapat dikunjungi oleh para santri.
Kegiatan Harian Santri
- Melakukan hafalan alquran dan menyetorkannya kepada pihak Kyai ataupun pengawas.
- Menjalankan sholat 5 waktu dengan benar sesuai dengan aturan dari Allah dan Rasulnya.
- Berakidah salimah sesuai dengan manhaj Ahlu Sunnah Wal Jamaah.
Biaya Pendidikan
| Rincian | MTs | Idad | MA (Matrik) |
| Biaya Pendidikan | Rp. 21.100.000,- | Rp. 20.800.000,- | Rp. 21.400.000,- |
Untuk biaya masuk dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan ini mungkin akan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
Alamat : Jl. Manis Kidul-Sayana No.84, Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
Website : https://psb.husnulkhotimah.sch.id/
Contact : 0852 2492 7514
Pondok pesantren satu ini menjadi salah satu pondok terbaik yang bisa dijadikan sebagai pilihan. Pesantren Husnul Khotimah Kuningan juga menyediakan beberapa fasilitas dan ekstrakurikuler lengkap untuk para santri.
Mau Cari Guru Ngaji Privat Berdasarkan Kota?
🔄 Terakhir diperbarui: pukul 16:16
