Cara Mendampingi Belajar Mengaji Anak Tanpa Harus Dipaksa

Usia anak adalah usia yang sangat ideal untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Karena ketika usia anak masih muda, otaknya seperti spons yang bisa menyerap segala macam hal yang ada di sekitarnya jauh lebih mudah dibandingkan dengan otak orang dewasa yang sudah penuh dengan hal-hal yang lainnya. Oleh karena itu untuk memperkuat ilmu agamanya, sejak kecil sebaiknya anak sudah diajari untuk belajar mengaji dan membaca AlQuran. 

Belajar mengaji anakbisa dilakukan di masjid melalui kegiatan TPA, bisa juga diajarkan di sekolahnya, bisa juga diajarkan di lingkungan keluarga dengan bimbingan orang tuanya. Setiap anak pasti punya cara belajarnya sendiri, namun tips-tips belajar mengaji anak di bawah ini bisa menjadi pendorong tambahan agar suasana belajar pun tidak tegang dan kaku.

Waktu yang paling pas untuk belajar

Belajar mengaji adalah sesuatu yang menjadi kebutuhan, bukan menjadi suatu kegiatan yang dipaksakan. Oleh karena itu cari waktu yang enak ketika anak tidak terlalu lelah setelah menjalani aktivitas sekolah maupun kegiatan ekstra lainnya.

Baca Juga: 4 Metode Belajar Membaca Al Quran Yang Baik dan Benar

Anda pun tidak harus memaksakan belajar mengaji selama berjam-jam setiap hari, jika punya waktu setengah jam saja sudah cukup untuk belajar mengaji atau mengulang kembali materi yang haru lalu. Waktu yang biasanya ideal untuk belajar mengaji adalah waktu antara shalat maghrib dan isya’, memanfaatkan waktu singkat antara kedua waktu shalat tersebut, sehingga ketika shalat isya’ pun tidak perlu mengambil wudhu kembali karena masih suci selama belajar mengaji.

Ingatkan anak untuk fokus

Membuat suasana belajar mengaji anak yang santai bukan berarti boleh seenaknya. Agar materi cepat dipahami tentu ada adab-adab belajar yang sebaiknya secara tegas diterapkan selama belajar mengaji. Misalnya selama belajar anak harus serius dan duduk dengan tenang, tidak boleh mengganggu kakak atau adiknya yang sedang diajari cara mengaji yang benar, menjaga sopan santun selama kegiatan belajar, dan sebagainya.

Cara  ini juga bisa membentuk karakter anak yang lebih sopan serta santun bahkan ketika di luar jam belajarnya sehingga tidak membuat susah orang lain, didoakan yang baik-baik, dan menjadi anak yang memiliki karakter terpuji.

Materi yang bervariasi

Belajar mengaji anak tidak harus hanya diisi dengan membaca AlQuran yang baik dan benar. Sekali-kali jika ada waktunya Anda bisa menyelipkan materi tentang agama Islam yang lainnya agar suasana belajar juga tidak membosankan. Seperti misalnya menceritakan kisah-kisah nabi, anekdot Islam, berbagai macam riwayat, sebab-sebab turunnya ayat AlQuran, dan lain sebagainya. Karena belajar mengaji tentu tidak hanya sekedar bisa membaca AlQuran saja namun juga bisa memahami ajaran tentang nilai Islam dan juga cerita latar belakangnya.

Ketika anak sedang malas belajar

Ada kalanya anak sedang tidak memiliki motivasi untuk belajar, alasannya bisa macam-macam. Jika alasannya karena ia terlalu lelah dan memang hari itu kegiatannya sedang banyak, Anda bisa memberinya waktu istirahat karena belajar dalam keadaan yang terlalu lelah juga lebih sulit untuk diserap. Membujuk anak agar mau belajar kadang bisa menjadi hal yang membuat orang tua frustasi namun disinilah letak ujian pendidik karena mengajar anak memang membutuhkan kesabaran yang besar.

Baca juga : Tips Mudah Membaca Huruf Hijaiyah Agar Lebih Cepat Lancar

Agar anak punya motivasi yang kuat untuk belajar, hargai usaha dan prestasinya, tidak harus dibelikan hadiah, bentuk apresiasi yang sederhana pun bisa membuatnya merasa lebih percaya diri. Menerapkan metode belajar yang lebih menyenangkan misalnya dengan lagu atau permainan juga bisa jadi cara agar anak tidak bosan belajar di tengah jalan.

Leave a Reply